Pertumbuhan Toko Buku Online Bajakan Yang Sulit Dihentikan
Mendatangi toko buku bajakan online sama dengan menyelami sarang penjahat. Tidak memiliki tanggung jawab dan suka ngomel-ngomel.
SRAWUNG - Toko buku bajakan online adalah neraka bagi pembelinya. Setiap bulan, para pecinta buku selalu menyisihkan uang untuk membeli buku baru. Mereka dan toko buku seolah mempunyai ikatan batin tersendiri. Kini kalau sedang malas keluar rumah, tinggal membuka salah satu marketplace, kemudian langsung klik, pilih, bayar, dan hanya tinggal menunggu waktu buku berada di tangan.
Terkadang
ketika tengah berselancar mencari buku yang sesuai keinginan, mata sering terbelalak
karena melihat banyaknya buku yang dijual dengan harga di bawah kisaran. Bisa
dipastikan buku tersebut bajakan. Buku-buku bajakan dari para penulis kondang
menguar bebas di marketplace paling
masyhur sekali pun.
Anehnya,
buyer dari toko-toko tersebut juga
banyak sekali. Seperti air bah. Meluber. Lebih bikin geleng-geleng kepala lagi,
rating dari toko tersebut menyentuh
hingga angka 4 koma sekian. Wow. Menakjubkan.
“Terimakasih
seller, bukunya sampai dengan
selamat.”
“Murah
dan hemat.”
“Aku
kasih bintang tiga dulu ya, soalnya ada halamannya yang lepas.”
Begitulah
rupa-rupi komentar yang tertera pada postingan buku tersebut. Bermacam-macam.
Namun ada sebuah komentar yang membuat tertawa. “Barangnya sudah sampai tapi
kualitasnya cukup buruk.”
Ada kesalahan logika berpikir di komentar tersebut. Sudah jelas-jelas buku tersebut dibanderol dengan harga yang jauh dari normal, kok masih mempermasalahkan mengenai kualitas. Aneh. Ada harga ada kualitas. Masih mending buku tersebut tidak rusak ketika sampai di tangan. Bayangkan buku tersebut hancur, apa enggak kesal dua kali tuh. Kalau mau buku dengan kualitas bagus ya beli di toko-toko online berkredibel tinggi. Kalau uang belum mencukupi ya nabung dulu. Sabar.
- Hilang Satu Tumbuh Seribu
Mungkin
peribahasa di atas cukup mampu mengekspresikan bagaimana gelagat toko buku
bajakan online. Mereka bermunculan
bagai gelombang. Setiap hari ada saja toko buku bajakan baru yang buka.
Mau
sekeras apa pun kita melaporkan toko-toko tersebut kalau tidak didukung oleh
pemerintah terkait, rasa-rasanya akan sulit menghentikan laju kendaraannya.
Misal kita report satu toko dan marketplace menanggapinya dengan menutup
atau memblokir toko tersebut. Besoknya pasti akan bermunculan toko-toko buku
bajakan baru. Gampang saja membuka toko baru. Kita hanya menggenapi syarat dan
ketentuan dari marketplace, sebentar
menunggu, toko sudah siap.
Permasalahan
ini seharusnya menjadi concern bagi
pemerintah. Dengan kekuasaan dan koneksi yang dimiliki pemerintah, rasa-rasanya
kalau permasalahan ini ditangani dengan sungguh-sungguh, pasti perlahan akan teratasi.
Setiap waktu para penulis menyuarakan membasmi buku bajakan. Tapi sejauh ini pemerintah seolah cuek. Setiap hari ribuan buku bajakan terjual dan hingga sekarang jutaan buku bajakan dijual bebas di marketplace. Dan tidak ada atensi dari pemerintah untuk mengatasinya.
- Edukasi Untuk Para Pembeli/Pembaca
Terlepas
dari toko buku bajakan online yang kian
menguar, para pembeli juga harus diedukasi supaya menghindari buku bajakan. Di
Indonesia, orang-orangnya lebih senang membeli barang dengan harga murah dengan
kualitas bagus. Kesadaran akan buku yang dibeli harus dimiliki pembeli maupun pembaca.
Mereka harus memikirkan bahwa ketimbang membeli buku bajakan yang bertahan hanya
satu bulan, lebih baik membeli buku original
yang bisa bertahan hingga bertahun-tahun lamanya.
Sebisa
mungkin membeli buku yang bisa diwariskan dan ketika dipindahtangankan kualitas
buku tidak jauh dari pertama kali membeli. Dan hal tersebut tidak bisa
didapatkan dari buku bajakan.
Solusi
lain untuk menghindari buku bajakan ialah dengan membeli buku dari toko official penerbit di marketplace. Sekarang semua penerbit
dari mulai indie hingga mayor sudah membuka toko di marketplace. Biasanya dan lebih seringnya para penerbit ini akan
memberikan diskon yang lumayan di toko onlinenya.
Tambahkan dengan biaya gratis ongkir dan cashback
dari marketplace. Selain worth it juga bisa dapat buku original.
Lagian
buat apa sih beli buku bajakan? Harga murah tapi isi sama? Bohong. Bahkan
kertas pada buku bajakan gampang sobek dan lem yang digunakan tidak rekat.
Bayangkan saat sedang membaca tiba-tiba kertas copot karena kualitas lem yang
sangat buruk. Malah akan kesal sendiri nanti. Yang ada malah maki-maki,
menyalahkan penerbit terkait.
Mau
bagaimanapun, buku menjadi moda pembelajaran penting. Tidak ada salahnya untuk
menggiatkan anti buku bajakan dan terus mengajak orang-orang di sekeliling kita
untuk membeli buku original. Beli outfit dengan harga mahal aja bisa masa
beli buku original tidak mampu.
Pada akhirnya buku yang baik ialah buku yang tidak menyakitkan para pembacanya. Dan buku original tidak akan dan tidak pernah melakukan itu.

Posting Komentar untuk "Pertumbuhan Toko Buku Online Bajakan Yang Sulit Dihentikan"