Kucing adalah Makhluk Tuhan Paling Random
Hai,
selamat berbahagia para penikmat hotspot teman! Tuhan selalu memberikan keunikan pada setiap makhluk-Nya.
Sedikit kita jumpai ikan yang berpura-pura mati untuk mengelabuhi mangsa. Sama
dengan sapi. Ada sapi yang sukarela diajak jalan-jalan keliling kampung oleh
pemiliknya. Seolah ia menjadi objek pameran yang bisa dilihat warga kampung.
Tak
terkecuali dengan kucing. Hewan yang satu ini bisa menghipnotis manusia untuk
sejenak melupakan pekerjaannya. Keahlian paling hebatnya ialah ia bisa membuat
orang merasa ikhlas mengeluarkan uang yang banyak hanya untuk memenuhi
kebutuhan sang anabul.
Namun
uang yang dikeluarkan sebanding dengan apa yang didapatkan. Dengan tingkah
lucunya, kucing selalu menjadi hiburan untuk manusia. Ia menjadi sumber tawa
bagi manusia. Entah itu karena kelakuan yang diberikan atau ekspresi yang
ditunjukkan.
Beberapa
hari terakhir, Reels Instagram saya diberondong oleh video-video tentang tingkah
lucu para kucing. Ada kucing yang seolah bisa berbicara. Ada juga kucing yang
nurut sekali dengan pemiliknya. Dipanggil pun langsung datang, walau tanpa
embel-embel makanan. Tentu hal tersebut melawan hukum kepatuhan perkucingan. Di
mana-mana, banyak dijumpai, para ‘majikan’ ini hanya mau datang saat kelaparan
saja. Selebihnya tidur atau kalau tidak ya mencari janda milik tetangga. Paling
mentok mungkin memainkan barang dengan kedua kaki depannya.
Dari
sekian rentetan video kucing, banyak sekali cuplikan yang menunjukkan tingkah random kucing yang membuat saya ngekek sekaligus heran. Kok ada ya
kucing dengan tingkah begitu?
Akan saya gambarkan bagaimana tingkah kucing yang kocak mengocok perut sekaligus
membuat alis mata naik.
Pertama.
Kucing tidur terlentang. Ini yang paling banyak berseliweran. Bukan apa-apa ya.
Posisi dan gaya tidur kan banyak. Tapi mengapa kebanyakan kucing memilih posisi
tidur terlentang? Udah begitu raut mukanya sangat lucu lagi. Melihatnya pun
saya jadi membayangkan bagaimana bapak-bapak anak dua yang tidur dengan gaya
sama di depan TV, bertelanjang dada serta hanya memakai sarung. Vibe-nya persis.
Saya
mempunyai kucing. Kucing belasteran. Tidak ada warna selain putih di badannya.
Setelah melakukan pengamatan terhadap kucing saya selama beberapa hari, ia ternyata
kalau tidur juga lebih sering terlentang. Kayaknya pulas betul tidur dengan
gaya begitu.
Saya
curiga, mungkin pelajaran pertama yang diajarkan sang ibu kucing kepada anaknya
ialah tidur terlentang. Dipikir-pikir sulit lo bagi kucing untuk tidur semacam
itu. Membutuhkan effort yang
berlebih. Capai juga sebenarnya tidur dalam posisi begitu. Kalau bukan kucing
yang berpengalaman, mungkin tidak akan bertahan lama.
Jangankan kucing, manusia saja kerap tidur terlentang.
Kedua.
Ada seorang perempuan yang sedang sibuk make
up. Di sebelahnya kucing oyen
duduk dengan santainya. Namun tiba-tiba, tanpa ada halilintar yang menyambar,
kucing tersebut memukul tangan si perempuan. Menyebabkan si perempuan terkejut
dan make up-nya sedikit berantakan. Kemudian
kucing oyen memandang dengan tatapan
yang seolah berbicara, “Mampus kau!”
Memang
ada ya, kucing yang sebegitu gabutnya hingga iseng kepada pemiliknya sendiri.
Dan lagi-lagi, kok saya tertawa ya melihatnya. Jangan-jangan kucing kalau
sedang bengong, di saat yang bersamaan ia juga memikirkan bagaimana menjahili
manusia. Di dalam kepalanya terbesit pikiran, “Enggak mungkin manusia marah,
kan mereka sayang aku.”
Dan
benar. Sejahil dan seiseng apa pun seekor kucing, para pemiliknya sulit sekali
geram. Bahkan kalau kucingnya menjatuhkan barang, pasti barangnya yang
disalahkan. Kucing itu seperti perempuan. Tidak pernah salah. Bayangkan kalau
kucingnya ngambek lantas ia pergi
dari rumah, merantau ke luar kota, menjadi buruh pengangkut ikan asin, dan
mencari makan dari sisa makanan kucing lain. Kan yang repot pemiliknya juga.
Ketiga.
Pernah enggak sih kalian melihat ekspresi kucing saat sedang terkejut? Coba
perhatikan baik-baik. Hampir sembilan puluh persen semua kucing kalau kaget
mempunyai ekspresi dan respons yang sama. Mukanya njempalik, lantas lari tunggang-langgang. Satu lagi, gerakan
kakinya selalu lebih cepat dari biasanya.
Di
banyak video, kucing bisa kaget oleh hal-hal receh. Seperti tersentuh oleh
tangan orang hingga mendengar suara yang keras. Bahkan ada kucing yang terkejut
karena melihat wajahnya sendiri di depan cermin. Biasanya jika ada hewan yang
secara sengaja atau tidak melihat wajahnya sendiri, ia akan cuek. Bodoh amat. Toh aku juga tidak peduli, pikirnya.
Berbeda dengan hewan berbulu yang satu ini. Mungkin ia merasa aneh kali ya
melihat wajahnya sendiri. “Kok aku punya kumis ya. Mana panjangnya tidak sama.”
Lebih
anehnya lagi, kucing tidak malu di depan kamera. Ia membuang semua rumus sungkan dan canggung ketika berhadapan dengan kamera. Kalah manusia dibuatnya. Saya
berani bertaruh untuk ini. Soalnya manusia saat menghadap kamera, biasanya akan
senyum-senyum sendiri sembari menggeliatkan tubuh. Itu tanda ketidakpercayaan
diri. Lain lagi dengan kucing. Ia kalau matanya sudah menghadap kamera, maka
sepenuhnya akan fokus. Diajak goyang pargoy
siap. Berakting muka judes siap.
Terlepas
dari tingkah random-nya, kucing selalu
menjadi obat saat manusia tengah penat akibat penatnya aktifitas. Ia seperti magician. Kadang membuat manusia rela
melakukan apa yang ia mau, lebih sering memberikan hiburan tak terduga melalui
kelakuannya. Semua itu ia lakukan dengan satu tujuan: Whiskas.
.jpg)
Posting Komentar untuk "Kucing adalah Makhluk Tuhan Paling Random"